Monday, October 24, 2016

Mencari Jati Diri, Seperti Apa Wajah Batin Kita Sebenarnya?

Mencari Jati Diri, Seperti Apa Wajah Batin Kita Sebenarnya? mencari-jati-diri Seperti apa wajah asli jati diri kita sebenarnya? Ya, wajah batiniah kita. Wajah ukhrawi kita. Seperti apakah ia? Apakah masih berwajah manusia, ataukah sudah berbentuk serigala, babi, atau monyet? Memang, saat ini kita masih belum bisa melihatnya secara kasat mata. Mungkin nanti, saat kita menghembuskan nafas yang terakhir. Disitulah mata batin kita akan terbelalak memandang diri kita yang sebenarnya.

Allah berfirman, “Maka Kami singkapkan tirai yang menutup matamu dan tiba-tiba matamu hari ini menjadi amat tajam.” (QS. Qaf [55] :22) Berikut ini ada sebuah hadits Rasulullah SAW yang dikutip dari kitab tafsir Majma Al-Bayan 10 : 43 yang mengisahkan bagaimana wujud manusia pada hari kiamat kelak. Pada suatu hari Muadz bin Jabal duduk di dekat Nabi saw di rumah Ayub Al-Anshari. Muadz bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ayat: Pada hari ditiupkan sangkakala dan kalian datang dalam bergolong-golongan?” (QS An-Naba [78] : 18) Beliau menjawab, “Hai Muadz, kamu telah bertanya tentang sesuatu yang berat.” Beliau memandang jauh seraya berkata, “Umatku akan dibangkitkan menjadi sepuluh golongan. Tuhan memilah mereka dari kaum muslimin dan mengubah bentuk mereka. Sebagian berbentuk monyet, sebagian lagi berbentuk babi, sebagian lagi berjalan terbalik dengan kaki di atas dan muka di bawah lalu diseret-seret, sebagian lagi buta merayap-rayap, sebagian lagi tuli bisu tidak berpikir, sebagian lagi menjulurkan lidahnya yang mengeluarkan cairan menjijikkan semua orang, sebagian lagi mempunyai kaki dan tangan yang terpotong, sebagian lagi disalibkan pada tonggak-tonggak api, sebagian lagi punya bau yang lebih menyengat dari bangkai, sebagian lagi memakai jubah ketat yang mengoyak-ngoyakkan kulitnya.”

“Adapun orang yang berbentuk monyet adalah para penyebar fitnah yang memecah belah masyarakat. Yang berbentuk babi adalah pemakan harta haram (korupsi misalnya-pen). Yang kepalanya terbalik adalah pemakan riba. Yang buta adalah penguasa yang zalim. Yang buta dan tuli adalah orang yang takjub dengan amalnya sendiri. Yang menjulurkan lidahnya dengan sangat menjijikkan adalah para ulama atau hakim yang perbuatannya bertentangan dengan omongannya. Yang dipotong kaki dan tangannya adalah orang yang menyakiti tetangga. Yang disalibkan ke tonggak api adalah para pembisik penguasa yang menjelekkan manusia yang lain. Yang baunya lebih menyengat dari bangkai adalah orang yang pekerjaannya hanya mengejar-ngejar kesenangan jasmaniah dan tidak membayarkan hak Allah dalam hartanya. Yang dicekik oleh pakaiannya sendiri adalah orang yang sombong dan takabur.” Na’uzubillah …. Apa yang menentukan bentuk jati diri manusia ketika menghadap-Nya?

Menurut hadist diatas dan juga diperkuat oleh banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang lain, yang menentukan bentuk jati diri kita sekarang dan juga nanti adalah amal-amal kita. Dalam pandangan beberapa orang shaleh, bentuk sejati atau bentuk batin kita ini pun mungkin sudah tampak olehnya.

Imam Ja’far (cucu Nabi generasi kelima) misalnya, pernah memperlihatkan kepada sahabatnya Abul Bashir saat musim haji, betapa banyaknya binatang berputar-putar di sekitar Ka’bah (tawaf). Sedangkan yang terlihat sebagai manusia hanya sedikit sekali dan itu pun tampak bagai kilatan cahaya. Pelajaran apa yang bisa kita petik dari berita yang disampaikan Rasulullah SAW tsb? Amal-amal kita, apapun itu, yang baik atau yang buruk, semua menjelma mewujud dan membentuk tubuh ukhrawi (wujud batiniah) jati diri kita.

Oleh karena itu, marilah kita sama-sama terus memperbanyak amal-amal shaleh kita, menghias tubuh batin kita ini dengan sebaik-baik wujud. Sehingga kita insyaAllah tetap bisa mempertahankan jati diri kemanusiaan kita. Dan tidak terjatuh menjadi “binatang” berbungkus manusia.

MENGENAL DIRI

MENGENAL DIRI DI HADAPAN TUHAN NYA : Lir-ilir, Lir-ilir, Tandure wus sumilir, Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar, Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi, Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro, Dodotiro-dodotiro, kumitir bedhah ing pinggir, Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore, Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane, Yo surako… surak hiyo. . .

▼ Selasa, 25 Oktober, 2016

Mengosongkan Sirr : Takhalliyyah As-Sirr أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Mengosongkan Sirr : Takhalliyyah As-Sirr

Sibukkan aku sedemikian rupa dalam memikirkan-Mu sehingga, karena kefanaan diri, Aku tak melihat orang yang masuk atau meninggalkan medan kesadaranku. Sesudah membersihkan hati, atau ketika masih dalam proses pembersihan hati, mengosongkan sirr adalah langkah yang diperlukan dalam suluk, perjalanan menuju al-Haqq atau Zat Mahabenar. Ini berarti mengosongkan diri sendiri dari segenap pikiran yang bisa mengalihkan perhatian dari Allah—pikiran-pikiran tentang segala sesuatu selain Allah. Sirr mestilah dijaga sedemikian rupa agar pikiran tentang sesuatu selain Allah tidak bisa melintas masuk ke dalamnya. Dan jika dalam setiap kesempatan pikiran itu berusaha masuk, maka ia harus segera dihilangkan. Seorang penyair Sufi memberikan nasihat kepada kita : Jagalah fakultas sirr senantiasa dan dalam keadaan apa pun, Agar tak ada bisikan pikiran bisa memasukinya, Pandanglah segala pikiran ihwal segala sesuatu selain Allah sebagai pencuri, Upaya ini adalah kewajiban atas kekasih-kekasih Allah. Untuk mengosongkan sirr, diperlukan “kontemplasi” (muraqabah). Kata muraqabah berasal dari kata raqib, yang berarti seorang penjaga, atau seorang pengawal. Sirr mestilah dijaga sedemikian rupa agar tak ada pikiran tentang segala sesuatu selain Allah bisa memasukinya dan mestilah sepenuhnya disibukan dengan merenungkan Allah semata. Bagaimana kontemplasi ini dilakukan, akan dijelaskan nanti. Menurut para Sufi terkemuka, sirr adalah sebuah organ penglihatan mistis, persis seperti hati (qalb) mempunyai fakultas pengetahuan Ilahi atau gnosis (ma’rifah), dan ruh (ruh) adalah tempat cinta Ilahi. Mereka memandang lathifah as-Sirr lebih halus dan lebih lembut ketimbang ruh dan berpandangan bahwa asrar (jamak dari sirr) dianugerahkan kepada mereka yang terbebas dari belenggu segala sesuatu yang ada antara yang terbatas dan Yang Tak Terbatas, ‘abd dan Rabb (hamba dan tuan, atau wujud yang mungkin dan Penciptanya). Itulah sebabnya dikatakan bahwa dada jiwa-jiwa yang terbebaskan adalah pusara asrar (berbagai komunikasi rahasia yang terjadi antara mereka dan Pencipta mereka serta tak seorang pun mengetahui mereka). Jika kita memahami sirr sebagai fakultas atau organ yang menyertainya, maka akan jelaslah bahwa sirr bukanlah sesuatu atau subtansi, melainkan sebuah konsep. Dalam pengertian ini, dikatakan bahwa ada sirr antara ‘abd dan Rabb, dan sirr as-sirr atau “rahasia segala rahasia”, atau yang dikenal dengan nama lain sebagai akhfa. Alquran menyebutkan : Jika engkau berbicara nyaring (yang demikian itu tidaklah apa-apa), karena sesungguhnya Dia mengetahui apa yang rahasia dan apa yang lebih tersembunyi, (QS 20 : 7). Dengan demikian, sirr bermakna rahasia antara ‘abd dan Rabb. Dan yang dimaksud dengan sirr as-sirr adalah rahasia yang tidak diketahui bahkan oleh ‘abd tetapi diketahui oleh Allah saja yang mengetahui segala rahasia dan sesuatu yang tersembunyi. Para Sufi, yang berpandangan bahwa sirr adalah sesuatu atau substansi yang khusus, percaya bahwa sirr adalah fakultas yang lebih tinggi dari pada hati dan ruh. Akan tetapi, sebagian lainnya berpendapat bahwa sirr lebih tinggi dari hati tetapi lebih rendah dari ruh. Syaikh al-Islam, Syaikh Syihabuddin Suhrawardi, berpandangan bahwa sirr bukanlah sesuatu yang berbeda dari “hati” atau “ruh”. Ia tidak memiliki wujud tersendiri atau terpisah. Menurutnya, orang-orang yang memandang sirr sebagai berkedudukan lebih tinggi dari ruh berbuat demikian karena mereka sudah mengetahui bahwa ruh — manakala telah terbebas dari belenggu Nafs, atau “diri yang sombong” dan berbagai hasrat dalam hati — memperoleh sifat baru yang tidak dimiliki sebelumnya. Dengan demikian, mereka memandangnya sebagai sebuah entitas tersendiri, yang sangat berbeda dari ruh. Mereka tidak memperhatikan bahwa hal itu adalah entitas, ruh yang sama dan memperoleh sifat baru yang kelihatan seperti entitas tersendiri. Begitu pula, mereka yang memandang sirr, sebagai lebih rendah daripada ruh dan lebih tinggi daripada hati tidaklah memahami bahwa jika hati telah mencapai kesempurnaan dan sepenuhnya terbebas dari perbudakan nafs, dan terlepas dari cengkeraman hawa nafsu dan kemunafikan setan dalam hati, maka ia pun memperoleh kualitas luar biasa. Itulah sebabnya mereka memandangnya sebagai sebuah lathifah atau “fakultas” tersendiri, yang berbeda dari hati dan ruh dan bahwa tempatnya ada di atas hati dan di bawah ruh. Sebagian Sufi berpandangan bahwa sirr bermakna konsepsi lembut dan halus yang tersembunyi di relung-relung kedalaman ruh. Sirr tidak bisa dipahami oleh akal maupun diungkapkan dalam bahasa. Karena lidah adalah penafsir hati, maka begitu pula akal adalah penafsir ruh. Makna dari segala sesuatu yang gaib, yang terungkap oleh ruh, dan yang hendak diungkapkan oleh ruh pada hati, ditafsirkan melalui perantaraan akal. Akan tetapi, ada banyak hal lembut dan halus yang diintuisi secara langsung oleh ruh yang tidak bisa dinyatakannya pada hati melalui akal. Demikian pula, hati juga mempunyai instuisi-intuisinya sendiri yang tidak bisa diungkapkan dalam bahasa. Makna dari segala sesuatu yang diintuisi oleh ruh, tetapi tidak bisa ditafsirkan oleh akal, dan hati tidak menyadarinya, disebut asrar ar-ruh atau “rahasia-rahasia ruh”. Dan makna, yang tetap tersembunyi dalam hati dan yang tidak sanggup diterjemahkan oleh kata-kata, disebut asrar al-qalb atau “rahasia-rahasia hati”. Itulah sebabnya para pendukung akal, umpamanya saja para filosof di kalangan mazhab rasionalis, tetap luput dari intuisi yang dipahami oleh ruh-ruh para nabi dan tidak mau meyakini keberadaannya. sesungguhnyalah, intuisi ruh tidak bisa dipahami oleh akal atau intelek. Tak pelak lagi, akal menempati kedudukan paling tinggi dalam tatanan penciptaan. Ruh menempati kedudukan lebih tinggi ketimbang akal. Hanya saja, kemudian, ruh termasuk dalam ‘alam al-amr atau “, alam perintah”, dan bukan dalam ‘alam al- khalq atau “alam penciptaan”. Akal terus mengada melalui ruh, dan ruh tidak terus mengada melalui akal. Akal dalam bandingannya dengan ruh laksana cahaya matahari dibandingkan dengan matahari itu sendiri. Keberadaan cahaya matahari, meskipun sangat berguna dan bermanfaat, berasal dari, dan bergantung pada, matahari itu sendiri. Sebagaimana bentuk-bentuk dari segala sesuatu yang kasat mata bisa dilihat dengan cahaya matahari, maka begitu pulalah bentuk-bentuk dari segala sesuatu yang diketahui atau dipahami bisa dilihat oleh hati dengan cahaya akal. Seorang arif dengan jelas membedakan antara berbagai fungsi dari lathifah-lathifah atau “fakultas-fakultas” ini. Katanya, “fungsi nafs ialah mengabdi, fungsi hati ialah mencintai, fungsi ruh ialah mencari kedekatan dengan Allah dan fungsi sirr ialah melenyapkan diri dalam pandangan Allah, Zat Mahabenar.” Entah kita memandang sirr sebagai sebuah fakultas tersendiri, atau memandangnya sebagai bentuk ruh yang berkembang, atau bentuk hati, mengosongkan sirr adalah sebuah langkah penting dalam suluk. Kami akan menguraikan beberapa metode yang digunakan oleh kaum Sufi guna mengosongkan sirr. Sebagaimana dinyatakan di atas, mengosongkan sirr di capai dengan muraqabah atau “kentemplasi”. Ia adalah sebuah laku jiwa atau pikiran. Sebelumnya, kami telah menjelaskan bahwa kata muraqabah berasal dari kata raqib yang bermakna seorang pengawal, penjaga, dan seorang yang menunggu. Allah berfirman: Maka tunggulah olehmu. Sungguh, mereka pun sedang menunggu. (QS Ad-Dukhan, 44 : 59). Allah juga berfirman : ..…Sungguh, Allah selalu mengawasi kamu. (QS An-Nisa, 4 : 1). Dalam artian teknis, muraqabah bermakna penalaran, perenungan, dan idealisasi. Syah Waliyullah, dalam catatan pinggir dalam bukunya yang sangat berharga Qawl al-Jamil, mengatakan : Esensi muraqabah adalah memusatkan fakultas persepsi pada hal tertentu, misalnya saja, salah satu sifat Allah, atau pada kondisi sesudah jiwa meninggalkan raga, atau pada keadaan atau kondisi mental lainnya. Konsentrasi ini mestilah disertai oleh segenap kekuatan jiwa, pikiran, dan imajinasi, agar apa yang tidak dipersepsi atau dirasakan bisa diintuisi dan diketahui dengan jelas. Sesuatu yang dipersepsi atau dirasakan adalah sesuatu yang dirasakan oleh pancaindera. Begitu pula, sesuatu yang tidak bisa dipersepsi adalah sesuatu yang berada di luar jangkauan pancaindera. Umpamanya saja, kematian baru bisa dirasakan setelah terjadi. Akan tetapi, jika kita menutup mata kita dan membayangkan bahwa nyawa kita telah meninggalkan raga kita, dan mata serta mulut kita tetap terbuka, kemudian — kendatipun kita tidak merasakan kematian — maka dalam cara tertentu kita mungkin mengetahui apa itu kematian. Inilah mungkin apa yang dimaksudkan, “Apa yang tidak dirasakan oleh Syah Shahib ketika mengatakan, “Apa yang tidak dirasakan, bisa diintuisi dengan jelas.” Jika kita memahami hal yang sangat ditekankan oleh Syah Waliyullah ini, maka praktik kontemplasi tentang uraian apa pun menjadi mudah. Untuk menjelaskan hakikat muraqabah itu sepenuhnya, Imam al-Qusyairi, dalam karyanya Ar-Risalah al-Qusyayriyyah, menukil kasus seorang anak yang pernah dijumpai oleh ‘Abdullah ibn ‘Umar dalam suatu perjalanan ketika menggembalakan sekawanan biri-biri di bawah sebuah bukit kecil. Ibn ‘Umar bertanya kepada anak itu apakah ia mau menjual salah satu anak biri-biri dalam gembalanya. “Tidak,” tukasnya dengan cepat. “Mengapa ?” tanya Ibn ‘Umar, “Sebab anak biri-biri itu bukan kepunyaanku,” jawab anak itu.” jawab anak itu. “Anak biri-biri ini milik tuanku dan aku adalah budaknya.” “Ada apa ?” kata Ibn ‘Umar, “ambilah uang ini, berikan anak biri-biri itu kepadaku dan katakan pada tuanmu bahwa ada seekor srigala menerkam dan membawa lari anak biri-biri ini.” Anak itu menatap Ibn ‘Umar dan berkata, “Fa ayna Allah (lalu, di mana Allah) ? ” Makna diungkapkannya sangat jelas. Ia bisa saja mengelabui tuannya yang ada di sisi lain bukit itu. Namun, ia tidak bisa mengelabui Tuhannya yang senantiasa mengawasi dan mendengarkan mereka berdua. Ibn ‘Umar amat menghargai jawaban anak itu dan biasa mengulang-ulang kisah ini kepada sahabat-sahabatnya, seraya mengingat kata-kata anak itu “fa ayna Allah” yang dengan jelas menunjukkan bahwa ia merasakan kehadiran Allah bersama dirinya. Inilah esensi muraqabah itu sendiri, yakni bahwa Allah senantiasa mengawasi kita. Muraqabah adalah kesadaran tentang Allah yang senantiasa mengawasi kita di saat kita tenggelam dalam berbagai kesibukan sehari-hari. Allah melihat segala amal lahiriah dan batiniah kita serta segenap pikiran kita. Dia mengetahui apa yang dibisikkan jiwa manusia kepada dirinya sendiri. Dia juga lebih dekat kepada manusia ketimbang urat lehernya sendiri. Karena itu, Nabi Muhammad menganjurkan kepada kita untuk beribadah kepada Allah seolah-olah kita melihat-Nya. Syah Waliyullah memandang hadis ini sebagai sumber tindakan muraqabah atau kontemplasi. karenanya, muraqabah pun didefinisikan demikian : Muraqabah adalah mencamkan dengan tegas dalam pikiran bahwa Allah senantiasa mengawasi dirimu. Muraqabah terjadi pada dua tataran : lahiriah dan batiniah. Kontemplasi bermakna : Memalingkan segenap pancaindera dari dunia berikut segala isinya, dan memutuskan diri dari keduanya dalam keramaian, dan dari pikiran-pikiran muluk dan sia-sia di saat sendirian. Hal ini dijelaskan oleh penulis terkemuka Al-Hujwiri dalam Kasyf al-Mahjub demikian : Orang yang menjauhkan diri dari hawa nafsu pasti melihat Allah dengan mata-batinnya. Dan penyair Sa’di mengungkapkan pengalamannya demikian : Sa’di menutup mata seluruhnya pada dunia, Agar ia sadari bahwa seluruh alam ini adalah buah-pikiran Sang Kekasih. Dengan menghambat segenap indera lahiriah, seluruh indera batiniah pun terbangkitkan. Artinya, jika Anda menghentikan fungsi seluruh indera lahiriah, maka segenap indera batiniah akan mulai berfungsi secara lebih efisien. Itulah sebabnya kontemplasi batiniah dipandang sebagai hasil dari kontemplasi lahiriah. Dan “kontemplasi batiniah” tak lain dan tak bukan adalah “mengawasi hati” (mura’at al-galb). Kontemplasi batiniah adalah mencegah hati dari memikirkan segala sesuatu apa pun, membebaskannya dari segenap pikiran sia-sia, di saat duduk atau berbaring, dalam keramaian atau sendirian, dan menjauhkannya dari memikirkan masa lampau atau masa depan. Di saat melakukan kontemplasi, jika datang pikiran tentang salat atau ibadah sekalipun, hal ini harus segera dihilangkan, sebab yang demikian ini akan menurunkan kontemplasi dari tataran yang lebih tinggi ke tataran yang lebih rendah. Sangat boleh jadi juga bahwa, dalam penampilan lahiriah, seseorang mungkin tampak sibuk dengan berbagai urusan duniawi, tetapi hatinya terbebas dari segala belenggu hal-hal ini dan sepenuhnya terserap dalam diri Allah. seorang hamba seperti ini disebut masyghul farigh, yakni “seorang yang sibuk tetapi bebas”, sebagai lawan dari seorang hamba yang meskipun kelihatan melakukan kontemplasi, tetapi pikirannya gelisah oleh bisikan-bisikan setan yang jahat dan kotor. Kaum Sufi menyebut orang seperti ini farigh masyghul, “bebas tetapi sibuk”. Demikianlah Sa’di melukiskan kondisi mental seorang hamba yang “sibuk tetapi bebas” : Hatiku bersama-Mu tetapi mataku entah melihat ke mana, Agar tak seorang pun curiga kalau aku tengah menatap-Mu. Terima kasih Tuhan, hatiku pedih karena cinta-Mu, Dan terbebas berbagai tumpukan kesedihan dan kedukaan. Bila hati merasakan kepedihan cinta Allah, maka ia pun terbebas dari tumpukan kesedihan dan kedukaan lainnya di dunia dan sepenuhnya tenggelam dalam memikirkan sang Kekasih Hakiki, serta menemukan kedamaian dan kesenangan di dalamnya. Seorang pencinta Allah melukiskan keadaan tenang ini sebagai berikut : Pikiranku menjelajah seluruh semesta dan kembali. Sebab, ia tidak seperti tempat apa pun yang lebih baik dari kehadiran-Mu. Dalam kontemplasi, konsentrasi sangatlah penting, tanpanya, kontemplasi mustahil dilakukan. Musyahadah (penyaksian) mustahil dilakukan tanpa kontemplasi, dan konsentrasi diperlukan untuk kedua-duanya. sebagian kaum arif billah membedakan antara penyaksian dan kontemplasi. akan tetapi, yang lain berpandangan bahwa keduanya adalah sama. Mereka yang membuat perbedaan berpandangan bahwa, dalam kontemplasi, Anda menyadari bahwa Allah senantiasa mengawasi diri Anda. namun dalam penyaksian, Andalah yang melihat Allah.

Friday, September 9, 2016

Cara MENGHASILKAN UANG Dari Blog

CARA MENGHASILKAN UANG DARI BLOG



Untuk postingan kali ini saya ingin secara khusus membahas mengenai cara menghasilkan uang dari blog secara detail dengan harapan bisa memberikan sedikit pencerahan bagi saudara yang ingin belajar menghasilkan uang dari blog.


Karena postingan ini lumayan panjang jadi saya sangat menyarankan agar sobat menyiapkan terlebih dahulu segelas kopi + rokok dan makanan ringan (kalau saya sihhh... mesti pilih SIOMAY 86 heehe) supaya nanti nggak ngantuk di tengah jalan.

Jika sudah siap, silakan dilanjut boss....

Blogger-blogger sukses yang saya tahu juga kebanyakan sudah ngeblog selama bertahun-tahun sebelum akhirnya mereka bisa sukses menghasilkan banyak uang dari blognya.

Di sini saya hanya ingin menekankan bahwa menghasilkan uang dari blog memang bukan hal yang mustahil, tapi sama sekali nggak gampang dan bukan sebuah cara untuk cepat kaya.

Blogging hanya untuk orang-orang yang memiliki kesabaran dan ketekunan untuk belajar secara terus sampai bisa menjadikan blognya sebagai sumber penghasilan.

Nah jika saudara adalah salah satu orang tersebut, berarti saudara wajib untuk membaca postingan ini lebih lanjut.

Mengenal Dua Tipe Blogger

Sebelum saya lanjut lebih jauh lagi, ada beberapa hal penting lainnya yang perlu diketahui lebih dulu.

Di dunia ini ada dua tipe blogger. Tipe pertama adalah blogger yang ngeblog bukan karena uang, dan tipe kedua adalah blogger yang ngeblog karena uang.

Kedua tipe blogger tersebut sama-sama bisa menghasilkan uang dari blog, tapi khusus untuk blogger yang ngeblog karena uang biasanya proses untuk sampai bisa menghasilkan uang akan jauh lebih sulit. Alasannya karena banyak hal-hal baru yang perlu dipelajari.

Contohnya seperti ini:

Blogger yang ngeblog bukan karena uang biasanya dari awal sudah memiliki keahlian menulis yang bagus. Sedangkan nggak semua blogger yang ngeblog karena uang memiliki keahlian menulis.

Saya pribadi adalah contoh blogger yang dari awal ngeblog tidak memiliki keahlian menulis yang bagus, bahkan menurut saya sampai sekarang pun masih belum kelihatan bagus. Butuh waktu yang cukup lama bagi saya sampai bisa menulis seperti sekarang ini. Itulah salah satu alasan kenapa selama 1 bulan lebih ngeblog saya tidak bisa menghasilkan apa-apa.

Jika saudara merasa termasuk tipe blogger yang ngeblog karena semata-mata ingin menghasilkan uang, maka perlu diketahui bahwa banyak hal-hal baru yang perlu dipelajari.

Nah bagi saudara yang dari awal memang sudah hobi ngeblog, saya yakin menghasilkan uang dari blog bukanlah hal yang susah untuk dilakukan.

5 Langkah MENGHASILKAN UANG Dari Blog

Langkah-langkah untuk bisa menghasilkan uang dari blog sebenernya sama sekali nggak ribet, hanya saja prosesnya membutuhkan kesabaran serta ketekunan tingkat tinggi.

Setidaknya ada 5 langkah yang perlu sobat lewati. Langkah-langkah tersebut adalah:

1. Menentukan topik dan target pembaca blog

Langkah pertama adalah menentukan topik dan juga target pembaca blog.

Sebelum saudara membuat blog, saudara harus sudah tahu topik apa yang akan dibahas di blog kalian dan juga sudah menentukan siapa target pengunjung blog kalian.

Untuk penjelasan lengkap tentang cara memilik topik blog silakan baca postingan saya yang ini.

2. Membuat sebuah blog

Setelah menemukan topik blog yang cocok, langkah berikutnya tentu saja mulai membuat sebuah blog.

Jika saudara bener-benar masih baru belajar ngeblog, saya menyarankan untuk membuat blog gratis di blogger.com.

Kalian bisa membaca panduan lengkapnya di sini.

3. Membuat konten berkualitas

Hanya memiliki blog saja belum cukup untuk bisa menghasilkan uang. Berikutnya kalian perlu mengisi blog kalian dengan konten-konten yang berkualitas.

Tanpa konten berkualitas blog kalian tidak akan ada pengunjungnya. Memiliki pengunjung blog yang banyak adalah salah satu kunci kesuksesaan sebuah blog.

Silakan baca postingan ini untuk cara membuat konten berkualitas.

4. Mempromosikan blog

Saat ini jumlah blogger di Indonesia sudah sangat banyak yang artinya persaingan akan semakin ketat.

Hanya bermodalkan konten berkualitas saja belum cukup untuk bisa mendapatkan banyak pengunjung, kalian juga perlu mempromosikan blog kalian.

Untuk penjelasan lengkap tentang cara mempromosikan blog sobat  bisa membacanya disini

5. Menentukan metode monetisasi Yang tepat

Nah yang terakhir adalah proses memanfaatkan blog yang sudah dibangun dengan susah payah supaya bisa menghasilkan uang.

Proses ini biasa disebut "monetisasi blog" atau bahasa Indonesianya "menguangkan blog"

Ada banyak sekali metode monetisasi yang bisa dilakukan, kalian harus bisa menemukan metode yang tepat untuk blog sobat karena tidak semua blog cocok untuk dimonetisasi dengan cara yang sama.


             "Metode monetisasi apa aja itu, Mas?


Silakan disimak lebih lanjut di bawah ini.

7 Cara menghasilkan uang dari blog paling populer

Di bawah ini adalah daftar 7 metode monetisasi paling populer yang sering digunakan para blogger untuk menghasilkan uang dari blognya.

Sebagian besar metode monetisasi di bawah ini sudah pernah saya lakukan, tapi ada beberapa yang saya pribadi belum pernah mencobanya.

Tapi yang jelas metode monetisasi di bawah ini adalah metode-metode yang sudah terbukti.

1. Pasang Iklan

Yang pertama adalah yang paling populer di antara yang paling populer, yaitu dengan memasang iklan di blog.

Untuk memonetisasi blog dengan iklan ada dua jalan yang bisa kalian pilih.

Pertama adalah dengan mendaftar ke program Advertising Networks atau jaringan periklanan.

Kedua adalah dengan menawarkan secara langsung kepada calon pemasang iklan untuk beriklan di blog kalian atau biasa disebut sebagai Direct Advertising.

Advertising Networks

Advertising Networks atau jaringan periklanan adalah sebuah program layanan yang mengubungkan antara pemasang iklan dengan para pemilik website atau blog.

Nah jika ingin menghasilkan uang dari program seperti ini, kalian hanya perlu mendaftar ke program jaringan periklanan tersebut, setelah itu nanti kalian akan diberikan sebuah kode iklan yang perlu dipasang di blog.

Penghasilan yang didapatkan biasanya dihitung setiap kali ada orang yang ngeklik iklan di blog saudara atau biasa disebut PPC (Pay Per Click).

Salah satu program Advertising Networks yang paling populer di Indonesia adalah Google AdSense.

Direct Advertising 

Berbeda dengan Advertising Networks, Direct Advertising adalah metode dimana kalian menawarkan secara langsung kepada calon pemasang iklan untuk beriklan di blog kalian.

Kelebihan metode ini adalah penghasilan blog saudara bisa jauh lebih tinggi karena iklan yang terpasang di blog tidak melalui perantara pihak ketiga.

Harga pemasangan iklan sendiri bervariasi, umumnya menyesuaikan dengan jumlah dan kualitas dari pengujung blog.

Meskipun saudara bisa mendapatkan hasil yang lebih tinggi, tapi cara ini bisa dibilang tidaklah mudah. Alasannya karena kalian harus bisa mencari calon pemasang iklan yang bersedia untuk beriklan di blog kalian.

2. Paid Review

Paid review atau paid posts adalah metode monetisasi dimana kita mendapatkan penghasilan dengan mereview produk atau jasa milik orang melalui postingan di blog kita.

Pada dasarnya nggak ada bedanya dengan Direct Advertising, hanya bedanya jika Direct Advertising iklannya berupa sebuah banner iklan, sedangkan paid review iklannya dalam bentuk postingan review.

Salah satu blogger Indonesia yang cukup sukses menerapkan metode monetisasi ini adalah Priangga pemilik blog www.priangga.web.id.

3. Jualan produk sendiri

Menjual produk sendiri merupakan salah satu metode monetiasi blog terbaik yang bisa dilakukan. Alasannya karena dengan menjual produk sendiri sobat bisa mendapatkan penghasilan berkali-kali lipat lebih besar ketimbang menggunakan metode monetisasi yang lain.

Jika menggunakan metode ini bisa dibilang sobat tidak menghasilkan uang dari blog secara langsung, karena penghasilan yang saudara dapatkan adalah dari hasil berjualan. Sedangkan fungsi dari blog yang saudara kelola nantinya hanya sebagai tempat untuk mempromosikan produk yang kalian jual.


         "Memang apaan yang bisa dijual lewat blog, Mas?


Produk yang bisa dijual lewat blog terbagi menjadi dua jenis.

Yaitu produk fisik dan produk digital.

Untuk produk fisik hampir apa saja bisa dijual lewat blog. Tapi tentunya produk yang dijual harus sesuai dengan topik blog sobat.


  • Misalnya blog saudara membahas tentang burung, maka sudara bisa menjual obat burung.
  • Misalnya blog saudara membahas tentang motivasi, saudara bisa menjual buku motivasi.
  • Misalnya blog saudara membahas tentang gadget, saudara bisa berjualan gadget.
  • Dan lain sebagainya

Sedangkan untuk produk digital yang bisa dijual lewat blog biasanya produk-produk seperti:


  • Ebook (Buku Elektronik)
  • Video
  • Audio
  • Software
  • Theme Website
  • Plugin
  • Desain gambar
  • Barang
  • dll.


Jualan produk sendiri lewat blog tentu saja bukan hal yang mudah. Pertama kalian harus mempunyai produk / barang untuk dijual, kedua kalian harus bisa mencari pengunjung blog yang tertarget supaya membeli produk yang kalian jual.

4. Jualan jasa sendiri

Selain produk saudara juga bisa menjual jasa melalui blog. Metode monetisasi ini sangat cocok bagi saudara yang mempunyai keahlian yang bisa disalurkan lewat Internet.

Contohnya:


  • Jika saudara jago desain, kalian bisa menyediakan jasa desain
  • Jika saudara jago menulis, kalian bisa menyediakan jasa menulis artikel
  • Jika saudara jago bikin website, kalian bisa menyediakan jasa pembuatan website
  • Dll.

Salah satu contoh blog Indonesia yang cukup sukses menawarkan jasa melalui blognya adalah dzofar.com.

dzofar.com adalah sebuah blog personal yang di dalamnya berisi tutorial-tutorial tentang menggambar vector dan admin blog tersebut menggunakan blognya sebagai tempat mempromosikan jasa menggambar vector miliknya.

5. Mengikuti program afiliasi

Bagi saudara yang belum punya produk sendiri untuk dijual atau belum punya keahlian yang bisa dijadikan jasa, mengikuti program afiliasi adalah alternatif lain yang bisa dipilih.

Afiliasi adalah sebuah program dimana kita membantu mempromosikan produk atau jasa milik orang lain dan kita akan mendapatkan komisi jika kita berhasil menjual produk tersebut.

Untuk mengikuti program afiliasi seperti ini saudara bisa mencari penyedia produk atau jasa yang menyediakan program afiliasi atau bisa juga melalui affiliate network.

6. Menyediakan program membership

Program membership adalah salah satu metode monetisasi yang saya pribadi belum pernah mencobanya.

Tapi metode monetisasi ini sudah terbukti bisa memberikan penghasilan yang lumayan karena banyak blogger Indonesia maupun luar Negeri yang sudah membuktikannya.

Program membership pada dasarnnya adalah sebuah program dimana saudara menyediakan konten premium di blog kalian dan konten premium tersebut hanya bisa dikases oleh pengujung yang sudah menjadi member dengan membayar sejumlah uang.

7. Jualan blog

Metode monetisasi yang terakhir adalah dengan menjual blog.

Jadi saudara mendapatkan penghasilan dengan membuat blog terus menjual blog tersebut kepada orang lain.

"Emang ada yang beli, Mas?

Di luar sana banyak blogger-blogger pemula yang malas untuk membuat blog dari awal. Jika punya uang biasanya mereka lebih memilih untuk membeli blog yang sudah jadi.


Penutup…

Banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk menghasilkan uang dari blog. Semua metode-metode yang sudah saya tulis di atas adalah metode yang sudah terbukti.

Dan percaya atau tidak, selain yang sudah saya tulis di atas, masih banyak cara-cara lain yang bisa dilakukan, dari cara yang bener sampai cara yang nggak bener.

Bagi saudara yang baru belajar ngeblog, saya yakin informasi yang sudah saya berikan di atas malah bikin bingung karena terlalu banyak yang bisa dipilih.

"Terus gimana???

Saran saya, jika memang saudara baru belajar ngeblog, maka jangan jadikan uang sebagai fokus utama. Soalnya saya yakin nggak butuh waktu lama saudara bakalan memutuskan untuk berhenti ngeblog.

Untuk di awal-awal lebih baik fokus untuk belajar ngeblog dulu. Meskipun nggak menghasikan apa-apa, ngeblog masih memiliki banyak manfaat lain. Dari meningkatkan kemampuan menulis, jadi lebih melek teknologi, dan yang paling penting bisa membantu orang lain melalui tulisan yang kita buat.






Ditulis Mas Yusa (Soca Ludira) pada 09 September 2016


Tentang Mas Yusa (Soca Ludira) Bukan blogger pemula, tapi bukan juga seorang blogger master. Mas Yusa hanyalah seorang pengangguran yang senang mempelajari hal-hal baru di Internet (sambil nyari duit).


"Salam 1922"

Thursday, September 8, 2016

SEJARAH PSHT



SEJARAH PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

Manusia dapat dihancurkan
Manusia dapat dimatikan
akan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan
selama manusia itu setia pada hatinya
atau ber-SH pada dirinya sendiri


Falsafah Persaudaraan Setia Hati Terate itu ternyata sampai sekarang tetap bergaung dan berhasil melambungkan PSHT sebagai sebuah organisasi yang berpangkal pada “persaudaraan” yang kekal dan abadi.

Adalah Ki Hadjar Hardjo Oetomo, lelaki kelahiran Madiun pada tahun 1890.
Karena ketekunannya mengabdi pada gurunya, yakni Ki Ngabehi Soerodiwiryo, terakhir ia pun mendapatkan kasih berlebih dan berhasil menguasai hampir seluruh ilmu sang guru hingga ia berhak menyandang predikat pendekar tingkat III dalam tataran ilmu Setia Hati (SH). Itu terjadi di desa Winongo saat bangsa Belanda mencengkeramkan kuku jajahannya di Indonesia.

Sebagai seorang pendekar, Ki Hadjar Hardjo Oetomo pun berkeinginan luhur untuk mendarmakan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Untuk kebaikan sesama. Untuk keselamatan sesama. Untuk keselamatan dunia. Tapi jalan yang dirintis ternyata tidak semulus harapannya. Jalan itu berkelok penuh dengan aral rintangan. Terlebih saat itu jaman penjajahan. Ya, sampai Ki Hadjar sendiri terpaksa harus magang menjadi guru pada sekolah dasar di benteng Madiun, sesuai beliau menamatkan bangku sekolahnya. Tidak betah menjadi guru, Ki Hadjar beralih profesi sebagai Leerling Reambate di SS (PJKA/Kereta Api Indonesia saat ini) Bondowoso, Panarukan, dan Tapen.

Memasuki tahun 1906 terdorong oleh semangat pemberontakannya terhadap Negara Belanda – karena atasan beliau saat itu banyak yang asli Belanda -, Ki Hadjar keluar lagi dan melamar jadi mantri di pasar Spoor Madiun. Empat bulan berikutnya ia ditempatkan di Mlilir dan berhasil diangkat menjadi Ajund Opsioner pasar Mlilir, Dolopo, Uteran dan Pagotan.

Tapi lagi-lagi Ki Hadjar didera oleh semangat berontakannya. Menginjak tahun 1916 ia beralih profesi lagi dan bekerja di Pabrik gula Rejo Agung Madiun. Disinipun Ki Hadjar hanya betah untuk sementara waktu. Tahun 1917 ia keluar lagi dan bekerja di rumah gadai, hingga beliau bertemu dengan seorang tetua dari Tuban yang kemudian memberi pekerjaan kepadanya di stasion Madiun sebagai pekerja harian.

Dalam catatan acak yang berhasil dihimpun, di tempat barunya ini Ki Hadjar berhasil mendirikan perkumpulan “Harta Jaya” semacam perkumpulan koperasi guna melindungi kaumnya dari tindasan lintah darat. Tidak lama kemudian ketika VSTP (Persatuan Pegawai Kereta Api) lahir, nasib membawanya ke arah keberuntungan dan beliau diangkat menjadi Hoof Komisaris Madiun.

Senada dengan kedudukan yang disandangnya, kehidupannya pun bertambah membaik. Waktunya tidak sesempit seperti dulu-dulu lagi, saat beliau belum mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Dalam kesenggangan waktu yang dimiliki, Ki Hadjar berusaha menambah ilmunya dan nyantrik pada Ki Ngabehi Soerodiwiryo.

Data yang cukup bisa dipertanggungjawabkan menyebutkan dalam tahun-tahun inilah Setia Hati (SH) mulai disebut-sebut untuk mengganti nama dari sebuah perkumpulan silat yang semula bernama “Djojo Gendilo Cipto Mulyo”.

Masuk Syariat ISLAM

Memasuki tahun 1922, jiwa pemberontakan Ki Hadjar membara lagi dan beliau bergabung dengan Sarikat Islam (SI), untuk bersama-sama mengusir negara penjajah, malah beliau sendiri sempat ditunjuk sebagai pengurus. Sedangkan di waktu senggang, ia tetap mendarmakan ilmunya dan berhasil mendirikan perguruan silat yang diberi nama SH Pencak Spor Club. Tepatnya di desa Pilangbangau – Kodya Madiun Jawa Timur, kendati tidak berjalan lama karena tercium Belanda dan dibubarkan.

Namun demikian semangat Ki Hadjar bukannya nglokro (melemah), tapi malah semakin berkobar-kobar. Kebenciannya kepada negara penjajah kian hari kian bertambah. Tipu muslihatpun dijalankan. Untuk mengelabuhi Belanda, SH Pencak Sport Club yang dibubarkan Belanda, diam-diam dirintis kembali dengan siasat menghilangkan kata “Pencak” hingga tinggal “SH Sport Club”. Rupanya nasib baik berpihak kepada Ki Hadjar. Muslihat yang dijalankan berhasil, terbukti Belanda membiarkan kegiatannya itu berjalan sampai beliau berhasil melahirkan murid pertamanya yakni, Idris dari Dandang Jati Loceret Nganjuk, lalu Mujini, Jayapana dan masih banyak lagi yang tersebar sampai Kertosono, Jombang, Ngantang, Lamongan, Solo dan Yogyakarta.

Ditangkap Belanda

Demikianlah, hingga bertambah hari, bulan dan tahun, murid-murid Ki Hadjar pun kian bertambah. Kesempatan ini digunakan oleh Ki Hadjar guna memperkokoh perlawanannya dalam menentang penjajah Belanda. Sayang, pada tahun 1925 Belanda mencium jejaknya dan Ki Hadjar Hardjo Oetomo ditangkap lalu dimasukkan dalam penjara Madiun.

Pupuskah semangat beliau ? Ternyata tidak. Bahkan semakin menggelegak. Dengan diam-diam beliau berusaha membujuk rekan senasib yang ditahan di penjara untuk mengadakan pemberontakan lagi. Sayangnya sebelum berhasil, lagi-lagi Belanda mencium gelagatnya. Untuk tindakan pengamanan, Ki Hadjar pun dipindah ke penjara Cipinang dan seterusnya dipindah di penjara Padang Panjang Sumatera. Ki Hadjar baru bisa menghirup udara kebebasan setelah lima tahun mendekam di penjara dan kembali lagi ke kampung halamannya, yakni Pilangbangau, Madiun.

Selang beberapa bulan, setelah beliau menghirup udara kebebasan dan kembali ke kampung halaman, kegiatan yang sempat macet, mulai digalakan lagi. Dengan tertatih beliau terus memacu semangat dan mengembangkan sayapnya. Memasuki tahun 1942 bertepatan dengan datangnya Jepang ke Indonesia SH Pemuda Sport Club diganti nama menjadi “SH Terate”. Konon nama ini diambil setelah Ki Hadjar mempertimbangkan inisiatif dari salah seorang muridnya Soeratno Soerengpati. Beliau merupakan salah seorang tokoh Indonesia Muda.

Selang enam tahun kemudian yaitu tahun 1948 SH Terate mulai berkembang merambah ke segenap penjuru. Ajaran SH Terate pun mulai dikenal oleh masyarakat luas. Dan jaman kesengsaraanpun sudah berganti. Proklamasi kemerdekaan RI yang dikumandangkan oleh Soekarno-Hatta dalam tempo singkat telah membawa perubahan besar dalam segala aspek kehidupan. Termasuk juga didalamnya, kebebasan untuk bertindak dan berpendapat. Atas prakarsa Soetomo Mangku Negoro, Darsono, serta saudara seperguruan lainnya diadakan konferensi di Pilangbangau (di rumah Alm Ki Hadjar Hardjo Oetomo). Dari konferensi itu lahirlah ide-ide yang cukup bagus, yakni SH Terate yang semenjak berdirinya berstatus “Perguruan Pencak Silat” dirubah menjadi organisasi “Persaudaraan Setia Hati Terate”. Selanjutnya Soetomo Mangkudjajo diangkat menjadi ketuanya dan Darsono menjadi wakil ketua.

Tahun 1950, karena Soetomo Mangkudjojo pindah ke Surabaya, maka ketuanya diambil alih oleh Irsad. Pada tahun ini pula Ki Hadjar Hardjo Oetomo adalah seorang tokoh pendiri PSHT, mendapatkan pengakuan dari pemerintah Pusat dan ditetapkan sebagai “Pahlawan Perintis Kemerdekaan” atas jasa-jasa beliau dalam perjuangan menentang penjajah Belanda.